Tauhid ajaran dasar Manusia

(Created by afa Zubair)
repost Thomas Widjanarko September 14 at 4:37am Reply

Dlm diri manusia, mnrut muhammad ismail, trdapat thâqah al-hayah yg memotivasi mnusia melakukan prbuatan2, yg mnuntut adanya pemenuhan. Potensi ini mnuntut dua manifestasi. Pertama, menuntut pemenuhan secara pasti. Artinya, bila itu tidak dipenuhi, manusia akan mati. Ini adlah al-hâjah al-'udlwiyah. Kedua, menuntut pemenuhan. Artinya, jika itu tdk dipenuhi, manusia tdk akan mati. Namun, ia akan merasa resah sampai kebutuhan itu terpenuhi. Ini adlah al-gharîzah yg aktivitas nya muncul scara alami memotivasi tuntutan pemenuhan.
Dari sisi asal motivator pemenuhan, al-ghârizah berbeda dgn kebutuhan jasmani krn kebutuhan jasmani motivatornya brsifat internal, sedang al-ghârizah adlh brpikir tentang ssuatu ato objek yg membangkitkan perasa'an untuk memenuhinya. Cntoh, naluri melestarikan jenis yg membangkitkan adlh brpikir tentang wanita cntik nan molek ato ssuatu yg brkolerasi dgn seks. Bila tdk ada yg mmbangkitkan prasa'an, tdk ada pula yg membangkitkan naluri ini. Contoh lain adlh naluri beragama. Yg membangkitkannya adlh brpikir akan tanda2 kekuasa'an tuhan, hari akhir, keindahan cipta'an tuhan, ato ssuatu yg brkorelasi dgn itu. Dari sini, kita dapati bhwa pengaruh naluri akan muncul bila ada ssuatu yg membangkitkannya. Sebaliknya, jika tdk ada ssuatu yg mmbangkitkannya, naluri tersbut tdk akan muncul atau dlm keadaan ketika sseorang memalingkan ssuatu yg membangkitkan nalurinya dgn interprestasi yg keliru shingga hilang pda pemahaman org trsebut karakteristik asli.
Rudolf otto, ahli sjarah agama berkebangsa'an jermam, dlm buku nya The Idea of The Holy yg trbit pda thun 1917 sperti dikutip Karen Armstrong mengatakan, kebutuhan mnusia trhadap agama berawal dari ketakjuban mereka trhadap fenomena keteraturan dan keunikan alam smesta. Dgn pikiran dan perasa'an yg dimilikinya,manusia berusaha memahami dan memecahkan fenomena trsbut yg akhirnya memunculkan rasa tentang yg gaib, yaitu ada kekuatan besar yg mengatur alam semesta dan kehidupan mereka yg hakikat nya tak mampu dijangkau oleh akal pikiran mereka. Perasa'an tentang yg gaib itu, lanjut Otto, adalah titik berangkat manusia ketika menjelaskan asal-usul dunia ato bgaimana menjalankan kehidupan yg baik di dunia.
Pada inti nya,Isma'il dan Otto ingin memberi kepahaman kpda kita bhwa seorang insan scara fitrah memiliki naluri brketuhanan atau naluri beragama. Dgn demikian, manusia secara fitrah membutuhkan agama. Kebutuhan manusia trhadap agama berasal dari dlm diri manusia itu sndiri atau naluri alamiahmanusia karena adanya respon dari luar. Fitrah alamiah manusia senantiasa menuntut untuk brtanya tntang hakikat alam dan manusia. Misalnya, adakah kekuatan yg mengatur dan mengendalikan alam semesta ini? Adakah kehidupan stelah kematian? Dan prtnya'an2 filosofis lain nya.
Alinea di atas membawa kita pada kesimpulan, tdk mungkin manusia tdk bertuhan meskipun wjud tuhan dlm pandangannya adlh benda2 alam ato lainnya. Jika kaum ateis beranggapan manusia tdk membutuhkan tuhan karena sains dpt memecahkan sgala persoalan manusia, maka tuhan dlm pengertian mereka adlah akalnya itu sendiri. Akal tlah dituhankan oleh mereka yg menurut mereka akal mampu memecahkan dan mengatur seluruh kehidupannya. Faham atheisme akan membawa kehidupan manusia menuju kehancuran karena menganggap materi adlh segala2nya. Keyakinan serba benda< materialisme> pada giliran nya akan menghantarkan manusia menuju kehancuran dalam hidupnya karena tdk meyakini adanya hari akhir, hari pertanggungjawaban manusia. Kaum materialis yg tdk mengakui adanya Tuhan menganggap kehidupan hnya ada di dunia. Stelah manusia mati, maka selesailah segalanya. Karena hidup hnya sekali, maka jangan sampai disia-siakan, hrus diisi dgn bersenang2.

0 komentar:

Posting Komentar